Pilih-pilih Opsi Membiayai Pendidikan Anak

AMG Poker Agen Poker Online-- Setiap orang tua pasti ingin buah hatinya memperoleh pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Semakin tinggi tingkat pendidikan, umumnya peluang sang anak untuk meraih masa depan yang cerah pun semakin besar. 

Hanya saja, biaya kuliah kian hari kian mahal. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, biaya kuliah selalu menjadi penyumbang inflasi setiap awal tahun ajaran baru dimulai. Bahkan, inflasi secara tahunan bisa mencapai 15 persen. 

AMGPOKER - Pilih-pilih Opsi Membiayai Pendidikan Anak

Biaya pendidikan di Indonesia kini bahkan terbilang salah satu yang tertinggi di dunia. Berdasarkan survei HSBC pada 2018 lalu, Indonesia menempati peringkat ke-13 dari daftar negara-negara dengan biaya pendidikan tertinggi di dunia. 

Dari survei tersebut, orang tua Indonesia rata-rata mengeluarkan biaya pendidikan sebesar US$20 ribu atau Rp280 juta untuk menyekolahkan anaknya dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Angka ini sejatinya masih jauh lebih rendah dari Hong Kong yang memiliki jumlah biaya pendidikan termahal dengan rata-rata biaya US$130 ribu. 

CNNIndonesia.com kemudian juga mencari data-data biaya kuliah di perguruan tinggi favorit dalam negeri. 

Di Universitas Indonesia (UI), misalnya, Uang Kuliah Tunggal (UKT) termahal untuk Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOPB) tercatat Rp7,5 juta untuk kelompok IPA dan Rp5 juta untuk kelompok IPS. Namun, biaya lebih mahal ditetapkan untuk Biaya Operasional Pendidikan Pilihan (BOPP), di mana tarifnya mencapai Rp20 juta untuk jurusan kelompok IPA dan Rp17,5 juta untuk kelompok IPS. 

Sementara itu, Universitas Gajah Mada (UGM) menerapkan UKT paling tinggi untuk Fakultas Kedokteran dengan tarif Rp26 juta. Tentu saja, semua biaya tersebut tak termasuk dengan iuran semester. 

Di sisi lain, perguruan tinggi swasta seperti Universitas Pelita Harapan (UPH) paling mahal menetapkan biaya pendidikan sebesar Rp653 juta untuk kelompok pendidikan ilmu kesehatan. Sementara itu, biaya pendidikan termurah ditetapkan untuk rumpun sosial dan bisnis dengan rentang biaya Rp167 juta hingga Rp231 juta. 

Melihat beberapa kondisi tersebut, tentu orang tua perlu mempersiapkan dana pendidikan tinggi bagi anaknya jauh-jauh hari. 

Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad mengaku tak jarang mendapat klien yang pusing dalam membiayai pendidikan tinggi buah hatinya. Sebagian besar pangkal masalahnya adalah biaya kuliah itu tidak dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. 

Maka itu, orang tua sebaiknya mempersiapkan dana pendidikan, terutama perguruan tinggi, sejak anak itu lahir. Dalam hal ini, orang tua bisa memilih dua produk finansial, yakni tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. 

Namun, sebelum orang tua memilih dua produk tersebut, ada beberapa konsiderasi yang nantinya mempengaruhi biaya pendidikan sang anak ke depannya. 

Pertama, orang tua harus punya visi yang jelas, apakah sang anak akan disekolahkan di dalam negeri atau luar negeri. Tentu saja, orang tua harus berani menyisihkan uang lebih banyak jika ingin anaknya menempuh pendidikan di luar negeri lantaran biayanya tentu lebih mahal. 

Kedua, orang tua juga harus menghitung tambahan-tambahan biaya lain di luar biaya pokok perguruan tinggi. Misalnya, biaya bimbingan belajar jelang kuliah, biaya indekos, hingga biaya buku yang diperlukan untuk perkuliahan. 

Setelah menghitung-hitung estimasi kebutuhan tersebut, maka orang tua bisa mempersiapkan kebutuhan dananya. 

"Sebaiknya biaya perguruan tinggi ini dipersiapkan sejak anaknya lahir. Jangan sampai persiapan biaya pendidikan ini mendadak dan sangat mepet dengan waktu kuliah," jelas Tejasari. 

 Baca Juga : AMGPOKER - Kerusuhan Bikin Peringkat Surat Utang Hong Kong Turun

Setelah mendapatkan estimasi biaya, orang tua tinggal memilih, apakah ingin mempercayakan uangnya ke tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Orang tua harus mengetahui perbedaan dua produk tersebut demi mengetahui risikonya masing-masing. 

Untuk tabungan pendidikan, lanjut Tejasari, memiliki bunga yang pasti dan tabungan harus dijalankan hingga tenggat waktu yang diharapkan. 

Kemudian, tabungan pendidikan biasanya juga disertai dengan asuransi jiwa, sehingga jika nanti sang orang tua meninggal di tengah-tengah masa menabung, nantinya tabungan masih bisa diteruskan.